rossi-milano

Hari ini, hari pertama pelaksanaan ibadah puasa tahun ini. Seperti puasa2 tahun sebelumnya, pada tahun ini juga masih berisi ritual2 yang sama–bahkan sisi ritual itu lebih terasa ketimbang makna yang harus dijalani oleh sebagian besar umat muslim.

2 hari sebelum hari pertama puasa, ada undangan datang ke rumah untuk meminta partisipasi dalam acara ‘megengan’, atau dalam bahasa pasarannya kira2 penyambutan atas kehadiran bulan puasa, bulan penuh berkah dan suci, katanya. Undangan tersebut juga meminta peserta mebawa panganan untuk konsumsi pada acara yang akan diselenggarakan setelah mahgrib.

Wah, pas diwaktu yang sama ternyata ada acara kesukaan gue, siaran langsung balap motor, MotoGP, yang tabrakan dengan acara megengan dan terawih. Sudah, akhirnya acara megengan gue tidak ikut, terawih berjamaah di mushollah pun urung, belain motoGP. Ah, tapi tak apa, kan masih ada sisa 29x terawih. Sedangkan motoGP yang berlangsung di sirkuit Milano, Italy itu  tidak bakal ada siaran ulangnya, jadi ini kesempatan emas.

Gak rugi, favorit gue ternyata menang, Valentino Rossi mampu tampil ok lagi seperti di Brno dan Laguna Seca, sekali lagi Stoner lawan  paling tangguh Rosi koit sendiri (jatuh bukan karena disalip pembalap lain padahal posisi dia saat itu di depan Rossi, selisih kira-kira 2,..detik).

Ya, itu lah balap. Tapi, Rossi is still the best…..bahkan kemenangan tersebut memberi catatan emas buatnya, menyamai mantan pembalap era tahun 60-70an, Giacomo Agostini, yang mencatat rekor kemenangan 68 kali balapan di kelas premier MotoGP. Sudah pasti Rossi bakal menghasilkan rekor-rekor baru yang akan menjadikannya sebagai rider fenomenal di atas kendaraan roda 2. Tidak salah jika dijuluki sebagai iconnya MotoGP, tanpa ia motoGP bak sayur tanpa garam…

Nah, pada hari perta puasa ini, saya ingin mengucapkan selamat bagi anda yang menjalankan, dan tak usah marah2 bila menjumpai ada orang lain yang sedang makan, atau ada warung yang tetap buka…semua itu hanya ujian bagi kita yang sedang berpuasa…kalau anda selalu marah, atau dalam bahasa yang lagi populer saat ini selalu melakukan sweeping terhadap orang, hotel, restaurant dan bahkan tempat2 ibadah kita sendiri, itu pertanda kalau anda tidak kuat godaan yang datangnya dari luar diri anda. Jadikanlah semua itu sebagai tantangan dan ujian yang akan memperkuat mental sehingga meluluskan kita dalam ibadah puasa ini.

Jadi, Stop Sweeping !

Posting Terkait