Dalam waktu kurang dari sepekan ini saya mendapat “kejutan” yang benar-benar aneh sekaligus membuat kepala yang mulai ubanan ini geleng-geleng. Betapa tidak, hampir setiap hari ada saja surat yang datang ke alamat kami, pertama sebuah surat arisan barantai yang ditujukan atas nama istri. Surat seperti ini sih sudah beberapa kali kami terima, biasanya kalau dari kop surat sudah ketahuan langsung saja kusuruh istri membuangnya di keranjang sampah.

Nah, bonus yang lebih mengejutkan adalah ketika pada Jumat pekan lalu datang sebuah surat, dari kop-nya jelas-jelas dari (mengatasnamakan) Media Indonesia. Aku langsung tanggap, mungkin temanku baru menang undian TTS (teka teki silang). Ya, salah satu teman ada yang jago mengisi TTS dan mengirimnya ke beberapa media cetak dan selalu menang, aktifitas ini dilakukannya sejak lama, tak heran dia sampai hafal setiap pertanyaan dan jawabab semua TTS media. Hampir semua media yang memuat TTS sudah pernah dimenangkannya, namun untuk mengirim yang kedua kali tidak diperkenankan. Makanya, dia sering meminjam nama dan alamatku agar dapat mengirim dan menang kembali.

Jadi begitu surat berkop MI datang kuperkirakan pasti temanku kembali menang TTS. Tapi ternyata tidak, istriku yang membuka surat itu tiba-tiba histeris seperti ketiban durian runtuh, “Mas kamu mendapat hadiah mobil Daihatsu Terios!” Sempat aku terkejut, tapi sedetik kemudian otakku kembali normal, aku pun sempat menegur istri agar membaca surat itu lebih cermat. Tapi jawabannya,” Benar, kamu mendapat hadiah utama undian Gebyar 39 Tahun Media Indonesia,“ ia masih belum sadar. Yang membuatku tambah curiga, aku disuruh menghubungi Promotion Manager, Sugeng Suparwoto, S,Kom di nomor telepon 021-26353181 – 263553191 dan 081574329435 untuk konfirmasi dan transfer pajak undian sebesar Rp.39.500.000. Karena yang aku tahu nama Sugeng Suparwoto bergelar Drs dan menjabat Senior Editor di Media Indonesia, menjadi semakin tidak masuk akal saja surat ini.

surat-penipuan

hadiah-penipuan

Empat hari kemudian, kembali datang surat mengatasnamakan dari Carrefour, kali ini aku yang membuka. Begitu mengetahui isinya, kembali kugelengkan kepalaku yang semakin banyak ubannya. Kupanggil istriku, “Dik, kalau kemarin aku mendapat kabar hadiah mobil Terios, sekarang aku dapat hadiah mobil lagi, Honda Jazz Vtec,” kataku kepadanya sambil tertawa. Apalagi nomor telepon yang harus dihubungi juga sama, hanya namanya saja yang berbeda.

Nah, hari gini mendapat kabar gembira menang undian berhadiah jangan cepat senang dan lupa segalanya. Karena si penipu di luar sana sedang menungu-nunggu transfer uang dari anda……

Posting Terkait

  • No Related Post