Mimpi adalah bunga tidur, itu kata orang tua dulu. Layaknya bunga, tidak semuanya indah, ada yang tak sedap dipandang. Demikian pula mimpi, terkadang mimpi indah, tak jarang mimpi buruk. Seorang bermimpi indah pasti tak ingin cepat terjaga. Sebaliknya, orang segera terbangun saat bermimpi buruk meskipun hari masih buta.

Sering orang bermimpi dan menafsirkannya dengan kejadian akan datang. Tak heran banyak kitab ”tafsir mimpi” memenuhi rak-rak toko buku. Istriku sendiri kerap bermimpi dan menceritakan padaku serta saudaranya, maklum mereka percaya mimpi terkait dengan kejadian mendatang.

Sebuah mimpi bisa menjadi motivasi orang menjalani hidup, saat ini dan masa depan. Setiap anak pasti punya mimpi jadi dokter, insinyur, pilot atau presiden. Kelak hidupnya pasti tak akan jauh dari mimpi-mimpi mudanya.

Pada masa-masa kampanye saat ini, masing-masing pasangan bermimpi memenangkan pemilu. Setiap tim sukses bermimpi jagonya keluar sebagai pemenang. Pasangan incumbent bermimpi pemilu hanya berlangsung satu putaran. Pasangan lainnya mengatakan “Jangan mimpi loe akan menang satu putaran”. Rakyat mengimpikan dapat pemimpin yang mampu memperbaiki nasib mereka, memperluas lapangan kerja, dan menggratiskan sekolah. Saya pun bermimpi bumi ini sejuk seperti saat saya kecil dulu.

Kenyatannya, mimpi acapkali hanya sekedar mimpi. Ia bunga-bunga tidur belaka. Ia terlalu sulit untuk diwujudkan, makanya dilarang kita berharap pada mimpi.

Tapi jangan salah, mimpi bisa jadi nyata bila selalu diingat dalam hati dan pikiran. Ada baiknya dicatat, dengan demikian kita bisa melihatnya setiap saat apakah impian kita sudah terpenuhi atau masih dalam angan. Problemnya, kita jarang mencatat mimpi-mimpi itu, wajar bila ia cepat berlalu dan kemudian terlupa.

Kita sering melupakan harapan dan keinginan kita kepada pemimpin. Karena itu jangan salahkan mereka bila lepas tanggung jawab atas mimpi-mimpi kita yang tak dipenuhinya.

Jadi mulai saat ini catat semua keinginan dan mimpi-mimpi kita dan berikan pada pemimpin yang kita pilih, bisa dalam bentuk “kontrak politik” atau apa pun. Jika dalam perjalanannya ia melenceng, tinggal menunjukan saja semua catatan itu. Atas dasar itulah kita akan menggantinya dengan pemimpin baru yang mau mewujudkan mimpi-mimpi kita.

Sudahkah anda bermimpi kawan ? Apa yang sedang anda impikan ??

Posting Terkait

  • No Related Post