Tosari adalah sebuah wilayah di dataran tinggi dekat daerah taman wisata Bromo di kabupaten Pasuruan. Ketinggian wilayah ini sekitar 1700 meter dari permukaan laut. Mata pencarian sebagian besar penduduknya adalah bertani hotikultura dengan hasil panen seperti kentang, bawang, tomat dan lain sebagainya.

Kebetulan 2 minggu yang lalu, saya dan beberapa teman melakukan perjalanan ke daerah ini. Untuk menuju kesana, dari Surabaya ditempuh lewat kota Pasuruan, lanjut ke selatan melalui Paserpan dan Puspo, sejauh kurang lebih 30km. Jalanan yang ditempuh lumayan bagus, namun bila mengendarai kendaraan anda perlu extra hati-hati mengingat ruas jalanan yang relatif sempit dan jurang-jurang menganga cukup dalam.

Bagi anda yang biasa tinggal di kota besar, Tosari bisa menjadi tempat terbaik untuk sejenak menghilangkan penat dan menyegarkan pikiran. Di darah ini juga banyak ditemui vila-vila sewaan bagi para pendatang. Dari Tosari ke taman wisata Bromo tak lagi jauh, dengan jarak sekitar 10 km.

Kebun kentang - Tosari

Sampai disekitar pasar Tosari kami berhenti sejenak mengunjungi hamparan hijau perkebunan kentang. Para petani daerah ini cukup berhasil mengembangkan kentang jenis Granule dan Atlantik. Artinya mereka tidak lagi mengalami kendala dalam memasarkan produksi panennya karena sebuah produsen makanan besar dari Tangerang siap menerima hasil panen mereka berapapun kapasitasnya dengan harga yang cukup tinggi.

Dalam kesempatan itu kami mengunjungi salah seorang kepala kelompok tani, bapak Yuli namanya. Petani berusia 50 tahun ini mempunyai 8 hektar lahan yang semuanya ditanami kentang, ia juga menjual hasil panennya pada pabrik pengolah makanan dari Tangerang.

Hal yang menarik, pak Yuli memiliki jiwa solidaritas yang tinggi terhadap petani lain. Ia membantu para petani yang kebetulan produksi kentangnya kurang bagus sehingga tidak diterima oleh pabrik atau tak laku dijual. Ia membeli kentang-kentang afkir tersebut, kemudian diolahnya menjadi snack yang diberi merek Kritatos (Kripik Kentang ala Tosari). Dengan niat memberdayakan para petani disekitarnya, apa yang dilakukan oleh bapak Yuli patut dicontoh para petani lain di negeri ini untuk saling membantu sehingga pada akhirnya setiap petani dapat mandiri dan tidak rugi melulu.

Saat kami pamit pulang, bapak Yuli telah menyiapkan sekarung besar kentang afkir jenis atlantik (padahal menurut kami kentang-kentang itu layak jual) dan juga sepuluh bungkus Kritatos sebagai oleh-oleh. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak dan semoga setiap kali panen  beliau akan terus untung dan kripik kentangnnya juga tambah laku.

Posting Terkait

  • No Related Post