Menjalankan Wordpress di PC
Menjalanan blog di komputer lokal jelas sangat banyak manfaat, diantaranya bisa leluasa berkreasi mengembangkan template atau plugin tanpa khawatir menghabiskan bandwidth.
Pertanyannya, bagaimana cara install wordpress di PC ? Apa saja yang dibutuhkan ? Dari rangkungan informasi yang saya peroleh dari blogwalking dan berhasil saya coba, berikut ini panduannya.
Supaya wordpress yang diinstall nanti dapat berjalan sebagaimana saat kita menjalankan website secara online (lewat internet) maka dibutuhkan server virtual. Dalam contoh ini, saya menggunakan XAMPP yang bisa diunduh secara gratis di http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html (untuk sistem operasi Windows).
Juga tak kalah penting adalah file wordpress yang akan diinstall di PC, anda bebas mengunduhnya di http://wordpress.org. Nah, setelah kedua file itu tersedia, baru masuk pada tahap installasi ke PC.
Install Xampp
Klik 2x file xampp > pilih bahasa (English) > OK.
Sebelumnya, tutup semua aplikasi yang sedang terbuka > klik Next > tentukan directory dan folder (tempat file-file xampp diinstall) > tempatkan saja di C: xampp > Next.
Beri tanda centang pada semua checkbox > klik tombol Install.
Semua file xampp akan di-extract ke folder C: xampp > klik Finish.
Jika semua prosedur di atas berjalan mulus, maka tampilan pada Control Panel Xampp akan tampak seperti gambar dibawah ini.

Tampak (yang bertanda hijau) bahwa Apache dan MySql sukses diinstall dan siap digunakan untuk server dan basis data wordpress.
Untuk membuktikan apakah server xammp berfungsi, perlu dicoba. Caranya, buka salah satu program browser (Firefox, Opera, atau Google Chrome) > ketikan http://localhost di address bar > Enter. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, berarti “server virtual” Xampp telah berfungsi.
Langkah selanjutnya adalah menginstall file wordpress ke server virtual XAMPP.
Membuat Database
Tapi sebelumnya, anda harus membuat basis data (database) wordpress. Caranya :
Pada browser ketik htpp://localhost. Pada pilihan bahasa > pilih English.
Selanjutnya, pada menu di kolom sebelah kiri > klik phpMyAdmin.

Dalam jendela phpMyAdmin pada kotak “Create new database” di bagian MySQL localhost > masukkan sebuah nama, misalnya “wordpress” (tanpa tanda kutip), ini untuk nama database wordpress anda. Di kotak sebelahnya > pilih “utf8_unicode_ci” > klik Create.
Kini sebuah database dengan nama “wordpress” terbentuk.
Install Wordpress
Extract file wordpress > masukkan dalam folder c:xampphtdocs (Masukkan dalam folder “wordpress” di dalam c:xampphtdocs).
Selanjutnya, lakukanlah langkah-langkah berikut ini :
Cari file bernama wp-config-sample.php. Ubah namanya menjadi wp-config.php.
Buka file wp-config.php menggunakan program text editor. Anda harus melakukan sedikit perubahan pada bagian dalam file wp-config.php. Bagian yang harus diubah seperti terlihat pada gambar berikut :

Anda harus menggantinya menjadi seperti ini :
define(’DB_NAME’, ‘wordpress’);
define(’DB_USER’, ‘root‘);
define(’DB_PASSWORD’, ”);
define(’DB_HOST’, ‘localhost‘);
Pada DB_PASSWORD kosongkan saja bagian ini. Klik Save, kemudian keluar dari program text editor.
Buka program browser > ketik berikut ini : http://localhost/wordpress/wp-admin/install.php > Enter
Wordpress akan diinstall ke server virtual. Untuk menyempurnakan proses installasi, masukkan Blog Title dan email. Tekan tombol Install Wordpress.
Kini wordpress telah terinstall di PC anda. Gunakan Username dan Password (catat supaya tidak lupa) untuk login kedalam dashboard wordpress.
Selamat mencoba !


January 18th, 2009 at 10:49 pm
saya biasa pake wordpress localhost buat bikin theme dan testing plugin aja
nice post pak
January 19th, 2009 at 6:43 pm
ya…itu keuntungannya
January 20th, 2009 at 12:07 pm
saya bikin web lokal dikantor pake WP dan memang mudah penggunaannya
January 20th, 2009 at 1:11 pm
nah kan, banyak yg telah membuktikan….
January 20th, 2009 at 7:11 pm
Anda install WP versi berapa, bro? Kalo yang sekarang tinggal buat database kemudian install, nggak perlu setting wp-config. Lebih mudah.
Btw, Nice Post.
January 20th, 2009 at 8:13 pm
WP versi baru 2.7
Ok, masukannya perlu coba…
Thx
January 21st, 2009 at 12:22 pm
Selain itu postingan dari offline bisa kita diimport ke online.
maju terus
Wah, sudah semangat lagi ya pak.
January 21st, 2009 at 12:49 pm
ya begitulah…:)
January 22nd, 2009 at 6:26 am
aku pake wamp, bagus mana xampp dengan wamp, mohon pencerahannya….
January 22nd, 2009 at 8:25 am
saya belum nyoba wamp, tapi berdasarkan referensi blog lain kelihatannya sama-sama bagus, yg penting kan wordpress bisa berjalan di PC..
January 24th, 2009 at 8:04 pm
Hari gini, yg namanya penghematan itu perlu.
Tapi sesungguhnya saya juga begitu, lokain dulu, baru on-line. Ga bakalan terjadi kekacauan kalo salah ngedit atau paasang plug-in
January 24th, 2009 at 11:13 pm
ya, itu yg penting pak, penghematan..
February 1st, 2009 at 5:18 am
maksih atas bantuannya bermanfaat banget. thanks
February 1st, 2009 at 12:50 pm
makaih jg anda telah berkunjung
kampung’s last blog post..Bersih-bersih Database Wordpress
February 18th, 2009 at 11:42 am
makasih semua elmunya.sngat membantu sekali thx
February 18th, 2009 at 10:46 pm
terima kasih juga telah berkunjung
May 31st, 2009 at 2:26 pm
Q pernah nyoba upgrade otomatis di localhost, tapi gak jadi, koneksi internet lemot
August 10th, 2009 at 2:31 pm
untuk URLnya kan masih localhost? ada yang perlu disetting lagi gak pada saat kita upload ke internet? thanks.
August 10th, 2009 at 8:35 pm
Kalau hanya upload 1 atau 2 file ke server web host, saya kira settingnya tak perlu ada yg diubah